:: 62 8000 xxx info@sman1ngraho.sch.id
Info Sekolah
Minggu, 23 Jun 2024
  • Jadwal Pelaksanaan PSTS Kelas X, XI & PAT Kelas XII (9 sd 16 Februari 2024)
  • Jadwal Pelaksanaan PSTS Kelas X, XI & PAT Kelas XII (9 sd 16 Februari 2024)
18 Februari 2024

Coming soon! Pagelaran Drama Tradisional Dalam Rangka Ujian  Praktik Seni Budaya

Ming, 18 Februari 2024 Dibaca 44x Berita

SMAN 1 Ngraho mempersembahkan  Pagelaran Ujian Praktik Seni Budaya dan Bahasa Jawa untuk memenuhi syarat kelulusan peserta didik kelas XII yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2024.

  1. Pedhut Praja Yawastina (XII IPA 1)
    Kerajaan Yawastina adalah kerajaan yang dipimpin oleh seorang ratu yang bernama prabu Astradarma. Pada suatu hari prabu Astradarma menikahi pramesti seorang putri dari prabu Jayabaya. Setelah menikah, Pramesti ditinggal oleh prabu Astradarma bertapa 3 bulan di gunung Malawa. Setelah pulang bertapa tiba-tiba perut pramesti membuncit dan di dalam rahimnya ada jabang bayi. Sontak prabu Astradarma kaget dan menuduh Pramesti selingkuh dengan orang lain, padahal anak yang dikandung Pramesti adalah anak titisan dari dewa Wisnu.
    Prabu Astradarma mengusir istrinya untuk pulang kembali ke kerajaan Mamenang Kediri. Saat prabu Jayabaya menemui putrinya dengan keadaan hamil dan putrinya bercerita apa yang telah dilakukan Astradarma kepadanya, prabu Jayabaya sangat murka kepada prabu Astradarma. Prabu Jayabaya meluncurkan anak panah ke kerajaan Yawastina. Tak lama anak panah itu tiba ke kerajaan Yawastina dan langsung mengenai tubuh prabu Astradarma. Akhirnya prabu Astradarma mati dan seluruh kerajaan hancur lebur.
  2. Gugure Minak Jingga (XII IPA 2)
    Jika Minak Jinggo menang menghadapi Kebi Marcuat, maka ia akan mendapatkan kursi tahta kerajaan Majapahit dan menjadi pasangan ratu Kencana Wungu. Seperti dia sisi mata uang, ternyata ratu Kencana Wungu tidak ingin menjadi istri Minak Jinggo. Akhirnya ratu Kencana Wungu mencari seorang lelaki yang bisa membunuh Minak Jinggo, pria tersebut yaitu Damarwulan. Damarwilan seorang anak mantu dari Patih logender karena damar wulan yang di pilih oleh kencana wungu Layang seta + layang kumitir tidak terima jika yang di beri amanah untuk membunuh minak jinggo itu damarwulan jadi layang seta dan layang kumitir perang melawan damarwulan agar bisa mengambil alih posisi untuk menjadi orang yang bisa membunuh minak jinggo . Setelah layang seta dan layang kumitir kalah perang melawan damarwulan , Damarwulan kembali ke taman kaputren untuk bertemu anjasmara sang kekasih pujaan hati damarwulan berpamitan pergi ke Blambangan , sampainya damarwulan di blambangan bertemu dengan istri minakjinggo dan bisa menarik perhatian para selir ² minakjinggo . Karena tresna nya waita dan puyengan damarwulan bisa mendapatkan senjata ampuhnya minak jingga yaitu Gada wesi kuning , akhirnya minakjinggo pun kalah melawan damarwulan dan kepala minak jinggo di bawa ke Praja Majapahit.
  3. Teluh Randha Girah (XII IPA 3)
    Sebuah desa di Bali yang bernama Desa Girah. Tanting Mas atau sering disebut  Nyi Rangda seorang penganut ilmu hitam dari Dewi Durga. Ia memiliki anak bernama Rantna Manggali. Semua pemuda di sana tidak ada yang berani meminang Ratna Manggali sebab ibunya terkenal sangat kejam. Tanting Mas menebar teluh di Desa Girah dikarenakancalon mantunya dibunuh oleh para warga. Mengetahui hal itu, Mpu Baradah menyuruh anaknya untuk menikahi Ratna Manggali agar wabah di Desa Girah hilang. Namun setelah menikahi anaknya Tanting Mas, Bahula si anak Mpu Baradah itu mengambil lontar sucinya Tanting Mas. Hal itu menyebabkan peperangan antara Tanting Mas dan Mpu Baradah yang mengakibatkan terbunuhnya Tanting Mas dan dibakarnya lontar suci itu oleh Bahula.
  4. Kalinyamat (XII IPA 4)
    Ratu Kalinyamat adalah pejuang perempuan dari Jepara. Nama aslinya adalah Retna Kencana. Ia salah satu anak Sultan Trenggono sekaligus adik dari Sunan Prawoto. Retna Kencana menikah dengan Sunan Hadiri yang menjabat sebagai Adipati Jepara. Mendengar Sunan Prawoto terbunuh oleh utusan Arya Penangsang seorang Adipati Jipang Panolan. Retna Kencana dan Sunan Hadiri mendatangi panti Kudus untuk menemui Sunan Kudus, Namun sepulang dari menemui Sunan Kudus, Sunan Hadiri turut menjadi korban Arya Penangsang, sementara Retna Kencana dapat melarikan diri. Setelah konflik itu terjadi, Retna Kencana sangat berduka karena kehilangan kakak dan suaminya, ia pun berjanji siapapun yang dapat membunuh Arya Penangsang akan diberi tlatah Jepara. Arya penangsang terbunuh oleh Sultan Hadiwijaya, tetapi Sultan Hadiwijaya menolak tlatah Jepara yang akan diberikan oleh Retna Kencana, karena Sultan Hadiwijaya sudah memimpin tlatah Pajang. Akhirnya Retna Kencana sendirilah yang menggantikan peran suaminya sebagai penguasa Jepara dengan gelar Ratu Kalinyamat pada tahun 1549.
  5. Dumadine Salatiga (XII IPS 1)
    Dumadine Salatiga merupakan cerita rakyat yang berasal dari Semarang dan dipimpin oleh Ki Ageng Pandhanaran. Ia adalah seorang  Bupati Semarang pertama yang diangkat oleh Sultan Demak Bintara. Ki Ageng Pandhanaran juga merupakan tokoh penyebar islam asuhan Sunan Kalijaga. Sayangnya Ki Kgeng Pandhanara memiliki sifat  serakah. Ia sering meminta pajak kepada warganya dengan kejam.
  6. Roro Mendut (XII IPS 2)
    Roro Mendut adalah seorang putri Kadipaten Pati yang diboyong ke Mataram setelah berakhirnya perang antara Kesultanan Mataram dengan Pati. Wiraguna yang sangat terpukau dengan  Roro Mendut tidak bisa menikmati hadiah tersebut sepenuhnya karena Roro Mendut menolak untuk dijadikan selir. Wiraguna  sangat terpukul dan merasa runtuh harga dirinya sebagai panglima tertinggi Mataram karena ditolak Roro Mendut. Demi menegakkan wibawa dan harga dirinya, Wiroguno menghukum Roro Mendut untuk membayar pajak yang sangat besar jumlahnya. Roro Mendut akhirnya berjualan rokok  di pasar Prawiramantren dengan harga yang mahal karena bekas hisapan dari bibirnya. Suatu ketika Roro Mendut bertemu  dengan Pranacitra. Namun hubungan cinta mereka terhalang oleh tembok Mataram. Pranacitra mencari siasat dengan cara mengajak Roro Mendut pergi dari mataram. Sayangnya Wiraguna mengetahui hal tersebut sehingga membuatnya murka. Ia bertekad menangkap Roro Mendut demi menegakkan harga diri Kerajaan Mataram yang jaya atas daerah Kadipaten Pati. Kisah cinta Roro Mendut dan Pranacitra kemudian harus berakhir tragis di ujung keris Wiraguna. sepeninggalan mereka kisah cintanya abadi dan menjadi simbol  atas janji yang sudah mereka ucapkan sebelumnya.
  7. Sri Tanjung (XII IPS 3)
    Sri Tanjung Adalah cerita rakyat yang berasal dari Banyuwangi. Cerita ini mengisahkan tentang Raja Sulakrama dari Kerajaan Sindurejo yang ingin mempersuntung Dewi Sri Tanjung. Sayangnya Dewi Sri Tanjung sudah bersuami seorang Patih Sidomekso dari Kerajaan Sindurejo. Raja Sulakrama tidak menyerah untuk medapatkanya. Raja Sulakrama bekerja sama dengan Tumenggung memanfaatkan kesetiaan Patih Sidomekso. Raja menggutus patih untuk mencari obat. Seetelah patih pergi mencari obat, Raja memberitahu Sri Tanjung bahwa Patih telah mati dan Raja meminta Sri Tanjung untuk menjadi istrinya. Sayangnya Sri Tanjung menolak permintaan raja dan setia menunggu suaminya kembali. Ketika patih kembali ke kerajaan dengan obat yang ditugaskan, raja menghasut patih dan mengatakan bahwa Sri Tanjung meminta untuk diperistri. Hal itu membuat Patih Sidopekso murka dan pergi membunuh Dewi Sri tanjung.
Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar